Banyak jalan menuju Roma. Mungkin itu yang membuat Wang Qianjin tak mengubur mimpinya menjadi penulis novel. Meski tangannya lumpuh, ia masih bisa mengandalkan gerak bibir untuk menulis kisahnya huruf demi huruf ke layar komputer.
Gadis 18 tahun asal Zhenjiang, Provinsi Jiangsu, China bagian timur, itu menderita lumpuh otak atau cerebral palsy.
Selain sulit menggerakkan tangan, penyakit itu juga membuat Wang kesulitan berkomunikasi. Ia hanya mengandalkan komputer untuk berhubungan dengan dunia luar
Meski tak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah, ia sangat fasih berkomunikasi dalam bahasa China, walau lewat ketikan di layar komputer. Ia juga memahami bahasa Jepang dan Korea.
“Saya banyak menonton drama TV yang ada tulisan terjemahannya di layar. Saya mempelajari itu sekaligus pengucapannya. Saya selalu ingat semua setelah menontonnya sekali,” katanya seperti dikutip dari laman orange.co.uk.
Hanya bisa berkomunikasi melalui komputer, Wang sangat menikmati dunia maya. Ia menulis banyak kisah dengan nama samaran ‘The Exiles Fairy’. Karya terbarunya, kisah cinta sepanjang 200 ribu karakter yang menggambarkan perjalanan seorang gadis dari keluarga kaya yang jatuh cinta dengan seorang gangster.
Ia mengunggah kisahnya bab demi bab. Mendatangkan lebih 340 ribu pengakses. “Banyak pembaca meninggalkan pesan untuk saya, meminta saya untuk meng-update lebih cepat, tapi saya hanya bisa menulis secepat saya bisa,” katanya.
Kini, ia berjuang keras menyelesaikan novelnya sesuai kontrak dengan seorang penerbit online yang menggandengnya. “Saya menulis mulai jam 9 pagi hingga 1 malam. Selain makan dan tidur, saya menghabiskan seluruh waktu saya di depan komputer.”
Ayahnya, Wang Yunqi, baru menyadari bakat dan kehebatan putrinya setelah seorang penerbit online menawarkan kontrak kerja sama untuk sebuah novel. “Dia hanya tinggal di rumah dan tidak pernah sekolah. Sulit untuk percaya bahwa dia dapat menulis, bahkan menulis novel,” kata sang ayah.
Celebral palsy merupakan penyakit yang ditandai dengan terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan, dan kemampuan berpikir.
Penyebabnya belum dapat dipastikan. Namun, banyak yang beranggapan terjadi akibat kelahiran prematur sehingga bagian otak belum berkembang sempurna, bayi lahir tidak langsung menangis sehingga otak kekurangan oksigen, atau adanya cacat tulang belakang dan pendarahan di otak.
Terlepas tingkat keparahan penyakit itu, sosok Wang telah menginspirasi banyak orang untuk tak menyerah dengan keadaan
blog ini berisi video,cerita,gambar,dan lainnya,blog ini tidak berisi konten porno semua orang boleh kunjungi blog ini ^^
Sabtu, 19 November 2011
Ada Pemain Indonesia Cetak Gol Perdana di Klub Belgia
Liege - Perkembangan positif ditunjukkan oleh tiga pemain timnas SAD yang saat ini tergabung dengan klub Belgia, RCS Vise. Yandi Sofyan, Alfin Tuasalamony, dan Yerico Christiantoko mulai menjalankan ujicoba dengan klub barunya.
Sejak bergabung dengan Vise beberapa bulan lalu, ketiga pemain itu sudah menjalani tiga kali ujicoba dengan klub divisi dua liga Belgia itu.
Lawan terakhir yang dihadapi adalah klub asal Belanda, Maastricht. Dalam pertandingan yang berlangsung tanggal 29 Juli tersebut, Vise menyerah 0-1. Yandi Sofyan mendapatkan kesempatan bermain paling lama, sekitar 70 menit. Sedangkan Alfin dan Yerico hanya bermain selama 30 menitan.
Penampilan paling fenomenal terjadi saat menghadapi Maasmechelen, tanggal 27 Juli silam. Yandi Sofyan menunjukkan kualitasnya dengan mencetak satu gol dan satu assist untuk membawa Vise menang telak
Sejak bergabung dengan Vise beberapa bulan lalu, ketiga pemain itu sudah menjalani tiga kali ujicoba dengan klub divisi dua liga Belgia itu.
Lawan terakhir yang dihadapi adalah klub asal Belanda, Maastricht. Dalam pertandingan yang berlangsung tanggal 29 Juli tersebut, Vise menyerah 0-1. Yandi Sofyan mendapatkan kesempatan bermain paling lama, sekitar 70 menit. Sedangkan Alfin dan Yerico hanya bermain selama 30 menitan.
Penampilan paling fenomenal terjadi saat menghadapi Maasmechelen, tanggal 27 Juli silam. Yandi Sofyan menunjukkan kualitasnya dengan mencetak satu gol dan satu assist untuk membawa Vise menang telak
4-0.
Yericho Christiantoko turut bermain pada pertandingan itu. Sedangkan Alfin absen karena saat itu tengah menderita cedera.
Saat ini kedua pemain tetap menjalankan latihan keras dalam persiapan jelang liga dimulai. Begitu lelahnya, mereka pun sampai-sampai tidak bisa berpuasa pada hari pertama bulan Ramadhan kemarin.
"Pada hari pertama ini juga Yandi terpaksa gak puasa dulu. Menu latihannya sangat berat dan Vise juga lagi banyak pertandingan uji coba. Insya Allah Yandi akan puasa kalau Vise hanya latihan sekali sehari ataupun saat libur latihan," papar Yandi, seperti dikutip situs resmi PSSI.
Kompetisi divisi dua Liga Belanda atau yang nama bernama resmi EXQI League, karena alasan sponsor, akan segera bergulir bulan Agustus ini.
Kita doakan saja para pemain Indonesia bisa mengharumkan nama bangsa dikancah Eropa.[yob]
Saat ini kedua pemain tetap menjalankan latihan keras dalam persiapan jelang liga dimulai. Begitu lelahnya, mereka pun sampai-sampai tidak bisa berpuasa pada hari pertama bulan Ramadhan kemarin.
"Pada hari pertama ini juga Yandi terpaksa gak puasa dulu. Menu latihannya sangat berat dan Vise juga lagi banyak pertandingan uji coba. Insya Allah Yandi akan puasa kalau Vise hanya latihan sekali sehari ataupun saat libur latihan," papar Yandi, seperti dikutip situs resmi PSSI.
Kompetisi divisi dua Liga Belanda atau yang nama bernama resmi EXQI League, karena alasan sponsor, akan segera bergulir bulan Agustus ini.
Kita doakan saja para pemain Indonesia bisa mengharumkan nama bangsa dikancah Eropa.[yob]
Ingin lihat aksi Yandi Sofyan?
Cek Videonya dibawah ini;
Daging Era Perang Dunia II Ini Masih Bisa Dimakan
Seorang pria mengkonsumsi daging yang diyakini berasal dari era Perang Dunia II. Namun, dia mengaku kalau daging itu tidak menyebabkanya keracunan.
“Daging itu tidak bau, bahkan tidak berbau busuk sama sekali. Malah daging ini seperti daging yang sudah disimpan selama sepekan. Tetapi rasanya memang tidak enak,” ungkap Eskil Carlsson kepada Surat Kabar The Local, Selasa (30/8/2011).
Carlsson menjelaskan daging itu berasal dari tahun 1939 atau 1940, di saat Swedia dilanda bencana kelaparan dan Perang Dunia II membuat keadaan menjadi lebih sulit.
“Mertua saya punya kenalan di sebuah peternakan dan membeli tiga kilogram daging sapi dan meletakannya di dalam toples yang memiliki tutup karet. Toples itu kedap udara,” jelas Carlsson.
Toples yang terbuat dari kaca itu dibiarkan saja usai perang berakhir. Keluarga Carlsson saat itu sengaja menyimpan toples berisi daging tersebut, karena khawatir perang seperti Perang Dunia II kembali terjadi.
Carlsson menjelaskan toples kaca itu kemudian dipindahkan ke rumah keluarganya saat mereka pindah ke kota Eskiltuna, di sebelah timur Swedia. Ketika istrinya meninggal, Carlsoon memutuskan untuk melihat isi toples tersebut setelah lebih dari 70 tahun disimpan.

”Saya kira waktu 70 tahun sudah cukup untuk menyimpan isi toples itu. Bila bocor, tentunya isinya akan rusak, untuk membukanya dan mengundang tetangga saat membuka toples itu,” ucapnya.
Meski sudah mendapat jaminan dari petugas medis bahwa daging tersebut tidak beracun, Carlsson tetap waspada. Dirinya pun menjadikan kucingnya sebagai kelinci percobaan. Untung saja, kucing itu selamat usai memakan daging tersebut.
Ketika tidak terjadi apa-apa atas kucingnya, Carlsson pun langsung memakan daging bersama dengan para tetangga.
“Daging itu tidak bau, bahkan tidak berbau busuk sama sekali. Malah daging ini seperti daging yang sudah disimpan selama sepekan. Tetapi rasanya memang tidak enak,” ungkap Eskil Carlsson kepada Surat Kabar The Local, Selasa (30/8/2011).
Carlsson menjelaskan daging itu berasal dari tahun 1939 atau 1940, di saat Swedia dilanda bencana kelaparan dan Perang Dunia II membuat keadaan menjadi lebih sulit.
“Mertua saya punya kenalan di sebuah peternakan dan membeli tiga kilogram daging sapi dan meletakannya di dalam toples yang memiliki tutup karet. Toples itu kedap udara,” jelas Carlsson.
Toples yang terbuat dari kaca itu dibiarkan saja usai perang berakhir. Keluarga Carlsson saat itu sengaja menyimpan toples berisi daging tersebut, karena khawatir perang seperti Perang Dunia II kembali terjadi.
Carlsson menjelaskan toples kaca itu kemudian dipindahkan ke rumah keluarganya saat mereka pindah ke kota Eskiltuna, di sebelah timur Swedia. Ketika istrinya meninggal, Carlsoon memutuskan untuk melihat isi toples tersebut setelah lebih dari 70 tahun disimpan.
”Saya kira waktu 70 tahun sudah cukup untuk menyimpan isi toples itu. Bila bocor, tentunya isinya akan rusak, untuk membukanya dan mengundang tetangga saat membuka toples itu,” ucapnya.
Meski sudah mendapat jaminan dari petugas medis bahwa daging tersebut tidak beracun, Carlsson tetap waspada. Dirinya pun menjadikan kucingnya sebagai kelinci percobaan. Untung saja, kucing itu selamat usai memakan daging tersebut.
Ketika tidak terjadi apa-apa atas kucingnya, Carlsson pun langsung memakan daging bersama dengan para tetangga.
Wow Keren...Ultraman Kini Jadi Penjual Mie
Foto: China Daily
Bintang televisi terpopuler dari Jepang itu tertangkap kamera sedang mengaduk adonan sebelum dimasukkan ke dalam kuali panas.
Ultraman tersebut diketahui merupakan robot yang dipekerjakan oleh pemilik warung mi untuk membantu mereka membuat panganan tersebut.
Seperti dilansir China Daily, Jumat (12/8/2011), para penggemar Ultraman mungkin bertanya-tanya kenapa Ultraman masih membutuhkan kuali yang panas, sedangkan dia mampu mengeluarkan tekanan panas yang tinggi dari tangannya.
Namun, tetap saja hal itu tidak menghalanginya untuk mendapatkan label sebagai "Karyawan Teladan" dari bos barunya
mothman
Mothman merupakan satu urban legend yang cukup terkenal di Virginia.'Mothman' berarti manusia ngengat, tetapi Mothman lebih dekat menyerupai beberapa jenis burung yang biasa digambarkan sebagai sesosok makhluk bersayap dan setinggi manusia, bermata merah, kadang muncul tanpa kepala dengan mata merahnya ada di dada.Mothman adalah makhluk dilaporkan terlihat di Point Pleasent daerah west virginia dari tanggal 12 november 1966 sampai desember 1967.
Pada tanggal 15 November 1966, dua pasangan muda dari Point Pleasant, Roger dan Linda Scarberry, dan Steve dan Mary Mallette, bersama dengan sepupu muda mereka, Lonnie Button, yang bepergian larut malam di dalam mobil Scarberrys '.Mereka melewati west virginia ordnance works sekitar tujuh kilometer utara Point Pleasant. ketika mereka melihat dua lampu merah di bayangan oleh sebuah tua generator tanaman di dekat gerbang pabrik. Mereka menghentikan mobil, dan dilaporkan menemukan bahwa cahaya mata merah bersinar dari hewan besar, "berbentuk seperti manusia, tetapi lebih besar, mungkin enam atau tujuh setengah meter, dengan sayap besar dilipat terhadap punggungnya," menurut untuk Roger Scarberry.Ketakutan, mereka melaju ke arah route62.di mana makhluk itu seharusnya mengejar mereka dengan kecepatan melebihi 100 mil per jam.
Malam berikutnya, pada tanggal 16 November, warga kota bersenjata menyisir beberapa area di sekitar pabrik TNT untuk tanda-tanda Mothman. Mr dan Mrs Raymond wamsley dan Mrs Marcella Bennett dengan Teena bayi putrinya, berada di mobil en-route untuk mengunjungi teman-teman mereka,Tuan dan Nyonya Ralph Thomas, yang tinggal di sebuah rumah kecil dekat iglo.Mereka kembali ke mobil mereka ketika sebuah sosok muncul di belakang kendaraan yang mereka parkir.Mrs Bennett mengatakan bahwa sepertinya sudah berbaring, perlahan-lahan naik
dari tanah, besar dan abu-abu, dengan mata merah menyala. While Wamsley phoned the police, the creature walked onto the porch and peered in at them through the window.Sementara Wamsley menelepon polisi, makhluk itu berjalan ke teras dan mengintip di di mereka melalui jendela. Pada tanggal 24 November empat orang diduga melihat makhluk terbang di atas area TNT. Pada pagi hari 25 November, Thomas Ury, yang mengemudi sepanjang Route 62 di utara TNT, mengaku telah melihat makhluk berdiri di lapangan, dan kemudian melebarkan sayapnya dan terbang menjauh, dan Thomas melaju menuju Point Pleasant sheriff kantor.Sebuah penampakan Mothman kembali dilaporkan pada tanggal 11 Januari 1967, melayang di atas jembatan kota, dan lain kali beberapa tahun yang sama.
berikut penampakan mothman di jembatan russel kentucky
kita perjelas
lagi....
Clendin,West Virginia 12 November 1967,Lima pekerja laki-laki yang tengah mempersiapkan sebuah liang kubur di TPU setempat juga dikagetkan dengan kehadiran makhluk tersebut.
Mereka melihat bentuk manusia berbadan gelap dan memiliki sayap,keluar dari sebuah pepohonan dan kemudian terbang melintas tepat diatas mereka.
Dari deretan makhluk-makluk dunia Cryptozoology,mungkin Mothmanlah yang tidak bisa diterangkan secara Ilmiah dan dipikir secara Logika mengenai penggambaran tubuhnya yang dirasa sangat-sangat janggal.Namun,banyak orang memandang Mothman sebagai siluman dan banyak dihubung-hubungkan dengan beberapa praktek ilmu hitam.
Sejarah Kevin Mitnick (Hacker Terhebat Sepanjang Sejarah)
Sejarah Kevin Mitnick
Sebuah ketukan terdengar dari pintu apartemennya, Kevin Mitnick membuka pintu dan mendapati lusinan agen FBI dan penegak hukum lain sudah bersiap untuk menangkapnya. Ini adalah akhir perjalanan seorang hacker yang terpaksa buron demi menghindari hukuman penjara. Hacker yang selama masa buronannya itu telah mendapatkan status legendaris, bahkan telah tumbuh menjadi sebuah mitos yang lebih besar dari dirinya sendiri
Penangkapan yang terjadi pada 1995 itu menandai awal dari kasus penahanan yang paling kontroversial terhadap seorang pelaku kejahatan cyber. Mitnick adalah seorang penyusup pada sistem komputer menjelma sebagai America's Most Wanted Hacker.
Kecanduan Komputer
Mitnick mudah mempelajari komputer dengan nongkrong di toko radioshack atau diperpustakaan umum, keluarganya tidak cukup berduit untuk memiliki komputer sendiri. Kesukaannya pada komputer berkembang hingga ia dewasa.
Pada periode 1990-an, Mitnick mudah sekali keluar masuk sistem komputer. Namun pada akhir 1980-an ia sebenarnya ingin meninggalkan hobynya tersebut dan mulai mencari pekerjaan yang sah. Sayangnya, sebelum ia bisa melakukan itu, pada 1987 ia tertangkap karena menyusup perusahaan Santa Cruz Organization, sebuah perusahaan piranti lunak yang terutama bergerak dibidang sistem operasi Unix. Ketika itu pengacara mitnik berhasil menurunkan tuduhan kejahatan menjadi tindakan yang kurang baik, Mitnick pun hanya di ganjar 3 tahun masa percobaan.
Tidak sampai setahun Mitnick kembali tersandung kasus hukum. Gara-garanya seorang teman yang komputernya ia gunakan untuk membobol komputer lain melaporkan Mitnick yang berwajib kali itu yang dibobol Mitnick adalah milik Digital Equipment Corporation. Setiap kali membobol komputer yang dilakukan mitnik adalah mengambil code penyusun dari piranti lunak. Kode itu kemudian dia pelajari dengan sungguh-sungguh, terkadang menemukan beberapa kelemahan didalamnya. Dalam sebuah kesempatan Mitnick hanya mengaku mengambil kode penyusun dari piranti lunak yang ia sukai atau yang menarik baginya.
Dalam kasus DEC Mitnick mendapatkan masa tahanan yang lebih berat. Ketika itu pengacaranya menyebut Mitnick memiliki, 'kecanduan pada komputer yang tidak bisa dihentikan'. Ia diganjar 1 tahun penjara.
Di penjara Mitnick mendapatkan pengalaman yang buruk. Pada saat itu legenda Kevin Mitnick atau yang lebih dikenal juga dengan nama samaran 'the condor', sudah semakin membesar. Reputasinya sebagai seorang
penjahat komputer juga semakin membumbung melebihi kenyataan. Sipir di Lompoc, penjara tempat Mitnick berada, mengira Mitnick bisa menyusup kedalam komputer hanya dengan berbekal suara dan telepon. Walhasil
Mitnick bukan hanya tidak boleh menggunakan telepon, ia juga menghabiskan waktu berbulan bulan dalam ruang isolasi. Tak heran jika kemudian ia dikabarkan mengalami sedikit gangguan jiwa saat menjalani hukuman di Lompoc.
Sebuah ketukan terdengar dari pintu apartemennya, Kevin Mitnick membuka pintu dan mendapati lusinan agen FBI dan penegak hukum lain sudah bersiap untuk menangkapnya. Ini adalah akhir perjalanan seorang hacker yang terpaksa buron demi menghindari hukuman penjara. Hacker yang selama masa buronannya itu telah mendapatkan status legendaris, bahkan telah tumbuh menjadi sebuah mitos yang lebih besar dari dirinya sendiri
Penangkapan yang terjadi pada 1995 itu menandai awal dari kasus penahanan yang paling kontroversial terhadap seorang pelaku kejahatan cyber. Mitnick adalah seorang penyusup pada sistem komputer menjelma sebagai America's Most Wanted Hacker.
Kecanduan Komputer
Mitnick mudah mempelajari komputer dengan nongkrong di toko radioshack atau diperpustakaan umum, keluarganya tidak cukup berduit untuk memiliki komputer sendiri. Kesukaannya pada komputer berkembang hingga ia dewasa.
Pada periode 1990-an, Mitnick mudah sekali keluar masuk sistem komputer. Namun pada akhir 1980-an ia sebenarnya ingin meninggalkan hobynya tersebut dan mulai mencari pekerjaan yang sah. Sayangnya, sebelum ia bisa melakukan itu, pada 1987 ia tertangkap karena menyusup perusahaan Santa Cruz Organization, sebuah perusahaan piranti lunak yang terutama bergerak dibidang sistem operasi Unix. Ketika itu pengacara mitnik berhasil menurunkan tuduhan kejahatan menjadi tindakan yang kurang baik, Mitnick pun hanya di ganjar 3 tahun masa percobaan.
Tidak sampai setahun Mitnick kembali tersandung kasus hukum. Gara-garanya seorang teman yang komputernya ia gunakan untuk membobol komputer lain melaporkan Mitnick yang berwajib kali itu yang dibobol Mitnick adalah milik Digital Equipment Corporation. Setiap kali membobol komputer yang dilakukan mitnik adalah mengambil code penyusun dari piranti lunak. Kode itu kemudian dia pelajari dengan sungguh-sungguh, terkadang menemukan beberapa kelemahan didalamnya. Dalam sebuah kesempatan Mitnick hanya mengaku mengambil kode penyusun dari piranti lunak yang ia sukai atau yang menarik baginya.
Dalam kasus DEC Mitnick mendapatkan masa tahanan yang lebih berat. Ketika itu pengacaranya menyebut Mitnick memiliki, 'kecanduan pada komputer yang tidak bisa dihentikan'. Ia diganjar 1 tahun penjara.
Di penjara Mitnick mendapatkan pengalaman yang buruk. Pada saat itu legenda Kevin Mitnick atau yang lebih dikenal juga dengan nama samaran 'the condor', sudah semakin membesar. Reputasinya sebagai seorang
penjahat komputer juga semakin membumbung melebihi kenyataan. Sipir di Lompoc, penjara tempat Mitnick berada, mengira Mitnick bisa menyusup kedalam komputer hanya dengan berbekal suara dan telepon. Walhasil
Mitnick bukan hanya tidak boleh menggunakan telepon, ia juga menghabiskan waktu berbulan bulan dalam ruang isolasi. Tak heran jika kemudian ia dikabarkan mengalami sedikit gangguan jiwa saat menjalani hukuman di Lompoc.
Tahun 1989 Mitnick dilepaskan dari penjara. Ia berusaha mencari pekerjaan yang resmi, namun statusnya sebagai mantan narapidana membuat Mitnick sulit mempertahankan pekerjaan. Akhirnya ia bekerja sebagai
pendulang informasi untuk kantor penyelidik kantor swasta. Tentunya ini menyeret Mitnick kembali kepada dalam dunia yang abu-abu dan hitam. Pada awal 1990-an, Mitnickpun dicari lagi oleh FBI. Kali ini takut akan masuk ruang isolasi selama bertahun-tahun, Mitnick memutuskan untuk kabur.
Hacking The Human Side
Keahlian Mitnick sebagai hacker tidak terbatas pada kemapuan teknis belaka. Ia merupakan pada kemampuan teknis belaka. Ia merupakan seorang yang memahami betul bahwa keamanan sistem komputer terdiri dari aspek kebijakan organisasi, sumber daya manusia, proses yang terlibat serta teknologi yang digunakan. Seandainya ia seoarang pahlawan super kemapuannya utama Mitnick adalah seoarang yang mempraktekan ilmu social engginering alias rekayasa sosial. Ini adalah sebuah teknik mendapatkan informasi penting, semisal password, dengan memanfaatkan kelemahan manusiawi.
Kemampuan Mitnick paling baik diilustrasikan dalam cerita berikut, cerita yang dikisahkan Mitnick sendiri pada sebuah forum online Slasdot.org
"Pada satu kesempatan, saya ditantang oleh seorang teman untuk mendapatkan nomor (telepon) Sprint Foncard-nya. Ia mengatakan akan membelikan makan malam jika saya bisa mendapatkan nomor itu. Saya tidak akan menolak makan enak, jadi saya berusahan dengan menghubungi Customer Service dan perpura-pura sebagai seorang dari bagian teknologi informasi. Saya tanyakan pada petugas yang menjawab apakah ia mengalami kesulitan pada sitem yang digunakan. Ia bilang tidak, saya tanyakan sistem yang digunakan untuk mengakses data pelanggan, saya berpura-pura ingin memverifikasi. Ia menyebutkan nama sistemnya."
"Setelah itu saya kembali menelepon Costumer Service dan dihubungkan dengan petugas yang berbeda. Saya bilang bahwa komputer saya rusak dan saya ingin melihat data seorang pelanggan. Ia mengatakan data itu sudah berjibun pertanyaan. Siapa nama anda? Anda kerja buat siapa? Alamat anda dimana? Yah, seperti itulah. Karena saya kurang riset, saya mengarang nama dan tempat saja. Gagal. Ia bilang akan melaporkan telepon telepon ini pada keamanan."
"Karena saya mencatat namanya, saya membawa sorang teman dan memberitahukannya tentang situasi yang terjadi. Saya meminta teman itu untuk menyamar sebagai 'penyelidik keamaman' untuk mencatat laporan dari petugas Customer Service dan berbicara dengan petugas
tadi. Sebagai 'penyelidik' ia mengatakan menerima laporan adanya orang berusaha mendapatkan informasi pribadinya pelanggan. Setelah tanya jawab soal telepon tadi, 'penyelidik menyakan apa informasi yang diminta penelepon tadi. Petugas itu bilang nomor Foncard. 'penyelidik' bertanya, memang berapa nomornya? Dan petugas itu memberikan nomornya. Oops. Kasus selesai"Buron
Sebaga i buronan Mitnick berusahan sebisa mungkin untuk tidak tertangkap. Ia sering berpindah-pindah tempat tinggal dan selalu menanggalkan berbagai kebiasaan. Berbagai cara ia lakukan agar tidak terlacak oleh pengejarnya. Namun ia tidak bisa meninggalkan hobinya mengoprek komputer dan jaringan Internetnya. Bahkan beberapa keahliannya konon digunakan untuk mendapatkan identitas baru.
Legenda Mitnick selama buron dalam kurang lebih dua tahun, semakin menjadi-jadi ia menjelama sebagai 'Ninja Cyber' yang konon bisa membobol komputer Pentagon hanya dengan remote televisi, sebuah rumor yang melebihi cerita fiksi apapun.
Mengapa Mitnick, seorang buron dalam kasus pembobolan komputer, bisa menjadi penjahat yang paling dicari? Ini tak lepas dari peran media massa. Secara khusus adalah serangkaian artikel sensasional dari John Markoff yang dimuat di New York Times.
Markoff mengutuk Mitnick bagaikan seorang teroris. Dalam sebuah pernyataan setelah lama dibebaskan, Mitnick menyebut citra dirinya yang ditampilkan Markoff bagaikan seoarang teroris yang berusaha mengendalikan nuklir dunia. "saya seakan-akan seorang Osama bin Mitnic," ujarnya bercanda.
Markoff menggambarkan Mitnick sebagai seorang yang mematikan, tak bisa dihentikan dan layak menjadi buronan sepuluh besar FBI maupun penegak hukum lainnya. Artikel Mafkoff, yang kadang muncul di halaman depan, menjadikan Mitnick kandidat terkuat proyek percontohan atas kejahatan cyber. Maka masa depan Mitnick dalam penjara boleh dibilang sudah dituliskan saati itu juga.
Selama menjadi buron Mitnick juga terus menjalankan aksinya. Ia membobol berbagai komputer perusahaan besar. Termasuk Sun Microsystem. Ia menggunakan, dan maksutnya disini adalah membobol rekening seorang pada layanan penyimpanan online untuk menyimpan backup dari hasil aksinya. Sebenarnya Mitnick tidak bekerja sendirian namun saat tertangkap ia tak pernah mengungkapkan siapa saja rekannya.
Salah satu korban Mitnick adalah T. Shimomura, seorang ahli komputer yang dalam beberapa tulisan di Internet diragukan kebersihannya. Ada dugaan bahwa Shimomura juga seorang hacker yang kerap melakukan perbuatan ilegal. Satu hal yang banyak disetujui adalah Shimomura memiliki sikap yang arogan dan nampaknya ingin muncul sebagai pahlawan dalam kisah perburuan Mintick.
Shimomura, Markoff dan FBI bahu membahu untuk menangkap sang buronan. Panduan dari berita sensasionalnya Mafkoff, kemampuannya hacking Shimomura dan kekuatan hukum FBI pada akhirnya melacak kediaman Mitnick.
Seperti biasanya kisah tertangkapnya seoarang buron, Mitnick melakukan ketledoran. Layanan penyimpanan yang ia gunakan rupanya memiliki program otomatis untuk mencek isi file yang disimpan. Pemilik rekening yang digunakan Mitnick mendapatkan peringatan dari sistem mengenai kapasitas berlebih. Ini adalah awal tertangkapnya Mitnick.
Mitnick mengakui bahwa dirinya ceroboh karena tidak menduga bahwa FBI, Shimomura, Markoff, dan penyedia layanan telepon selular melakukan kerja sama yang begitu erat dan terpadu.
"Operator seluler melakukan pencarian dalam database penagihan mereka terhadap dial-up ke layanan Internet Netcom POP. Ini, seperti bisa diduga, membuat mereka bisa mengidentifikasi area panggilan dan nomor MIN (mobile identification number) yang saya gunakan saat itu. Karena saya kerap berganti nomor, mereka mengawasi panggilan data apapun yang terjadi di lokasi tersebut. Lalu, dengan alat Cellscope 2000 Shimomura, melacak sinyal telepon saya hingga ke lokasi yang tepat,"Mitnick menuturkan. Dua minggu sebelum tertangkapnya Mitnick baru pindah ke Raleigh. Lokasi baru membuat kurang waspada dan ia lupa melacak jalur dial-up yang digunakannnya. Beberapa jam sebelum tertangkapnya Mitnick baru ada sesuatu yang terjadi, pelacakan dan pengawasan sedang dilakukan terhadap jalur yang ia gunakan. Saat ia sedang berusaha melacak sejauh mana pengawasan telah dilakukan hingga siapa dilbalik pelacakan tersebut, ia mendengar ketukan pintu. Mitnick membuka pintu dan berhadapan dengan lusinan U.S Marshall dan FBI.
Empat Setengah Tahun Digantung
Setelah tertangkap Mitnick ditahan tanpa kemungkinan jaminan. Ia juga tak diajukan untuk pengadilan. Kurang lebih empat tahun ia habiskan tanpa kepastian. Hal ini benar-benar membuat Mitnick frustasi.
Selama dalam penjara FBI ia tak mendapatkan kesempatan dalam kasusnya. Bahkan Mitnick dan pengacaranya tak bisa melihat data kasus tersebut karena terdapat di laptop dan akses laptop bagi Mitnick dianggap membahayakan. Mitnick dituding bisa membuat misil meluncur hanya berbekal laptop atau telepon. Larangn itu tetap berlaku meskipun pengacaranya menggunakan laptop tanpa modem dan kemampuan jaringan apapun.
Mitnick pada akhirnya dituding menyebabkan kerugian hingga ratusan juta dollar kerugian yang menurut Mitnick tidak benar, karena perusahaan yang konon dirugikan bahkan tidak melaporkan kerugian tersebut dalam laporan tahunan mereka.
Kesepakatan akhir bagi Mitnick adalah pengakuan bersalah. Bersalah dalam kasus pembobolan komputer dan penyadapan jalur telepon. Mitnick menyerah dan mengikuti itu, dengan imbalan 4 tahun tahun lebih waktunya dalam penjara diperhitungkan sebagai mas tahanan. Total Mitnick dihukum adalah 5 tahun dipenjara , 4 tahun dalam tahanan yang terkatung-katung dan 1 tahun lagi sisanya.
Ia dibebaskan pada tahun 2000 dengan syarat tak boleh menyentuh komputer atau telepon. Pada tahun 2002 baru ia boleh menggunakan komputer tapi tidak yang tersambung ke Internet. Baru tahun 2003 ia menggunakan Internet lagi untuk pertama kalinya.
Sejak dibebaskan Mitnic berusaha untuk memperbaiki hidupnya. Ia menuliskan dua buku mengenai hacking, selain itu ia juga mendirikan perusahaan konsultan keamanan sendiri. "Hacker adalah satu-satunya kejahatan yang keahliannya bisa digunakan lagi untuk sesuatu yang etis. Saya tidak pernah melihat itu dibidang lain, misal perampokan etis," tutur Mitnick
Sebaga i buronan Mitnick berusahan sebisa mungkin untuk tidak tertangkap. Ia sering berpindah-pindah tempat tinggal dan selalu menanggalkan berbagai kebiasaan. Berbagai cara ia lakukan agar tidak terlacak oleh pengejarnya. Namun ia tidak bisa meninggalkan hobinya mengoprek komputer dan jaringan Internetnya. Bahkan beberapa keahliannya konon digunakan untuk mendapatkan identitas baru.
Legenda Mitnick selama buron dalam kurang lebih dua tahun, semakin menjadi-jadi ia menjelama sebagai 'Ninja Cyber' yang konon bisa membobol komputer Pentagon hanya dengan remote televisi, sebuah rumor yang melebihi cerita fiksi apapun.
Mengapa Mitnick, seorang buron dalam kasus pembobolan komputer, bisa menjadi penjahat yang paling dicari? Ini tak lepas dari peran media massa. Secara khusus adalah serangkaian artikel sensasional dari John Markoff yang dimuat di New York Times.
Markoff mengutuk Mitnick bagaikan seorang teroris. Dalam sebuah pernyataan setelah lama dibebaskan, Mitnick menyebut citra dirinya yang ditampilkan Markoff bagaikan seoarang teroris yang berusaha mengendalikan nuklir dunia. "saya seakan-akan seorang Osama bin Mitnic," ujarnya bercanda.
Markoff menggambarkan Mitnick sebagai seorang yang mematikan, tak bisa dihentikan dan layak menjadi buronan sepuluh besar FBI maupun penegak hukum lainnya. Artikel Mafkoff, yang kadang muncul di halaman depan, menjadikan Mitnick kandidat terkuat proyek percontohan atas kejahatan cyber. Maka masa depan Mitnick dalam penjara boleh dibilang sudah dituliskan saati itu juga.
Selama menjadi buron Mitnick juga terus menjalankan aksinya. Ia membobol berbagai komputer perusahaan besar. Termasuk Sun Microsystem. Ia menggunakan, dan maksutnya disini adalah membobol rekening seorang pada layanan penyimpanan online untuk menyimpan backup dari hasil aksinya. Sebenarnya Mitnick tidak bekerja sendirian namun saat tertangkap ia tak pernah mengungkapkan siapa saja rekannya.
Salah satu korban Mitnick adalah T. Shimomura, seorang ahli komputer yang dalam beberapa tulisan di Internet diragukan kebersihannya. Ada dugaan bahwa Shimomura juga seorang hacker yang kerap melakukan perbuatan ilegal. Satu hal yang banyak disetujui adalah Shimomura memiliki sikap yang arogan dan nampaknya ingin muncul sebagai pahlawan dalam kisah perburuan Mintick.
Shimomura, Markoff dan FBI bahu membahu untuk menangkap sang buronan. Panduan dari berita sensasionalnya Mafkoff, kemampuannya hacking Shimomura dan kekuatan hukum FBI pada akhirnya melacak kediaman Mitnick.
Seperti biasanya kisah tertangkapnya seoarang buron, Mitnick melakukan ketledoran. Layanan penyimpanan yang ia gunakan rupanya memiliki program otomatis untuk mencek isi file yang disimpan. Pemilik rekening yang digunakan Mitnick mendapatkan peringatan dari sistem mengenai kapasitas berlebih. Ini adalah awal tertangkapnya Mitnick.
Mitnick mengakui bahwa dirinya ceroboh karena tidak menduga bahwa FBI, Shimomura, Markoff, dan penyedia layanan telepon selular melakukan kerja sama yang begitu erat dan terpadu.
"Operator seluler melakukan pencarian dalam database penagihan mereka terhadap dial-up ke layanan Internet Netcom POP. Ini, seperti bisa diduga, membuat mereka bisa mengidentifikasi area panggilan dan nomor MIN (mobile identification number) yang saya gunakan saat itu. Karena saya kerap berganti nomor, mereka mengawasi panggilan data apapun yang terjadi di lokasi tersebut. Lalu, dengan alat Cellscope 2000 Shimomura, melacak sinyal telepon saya hingga ke lokasi yang tepat,"Mitnick menuturkan. Dua minggu sebelum tertangkapnya Mitnick baru pindah ke Raleigh. Lokasi baru membuat kurang waspada dan ia lupa melacak jalur dial-up yang digunakannnya. Beberapa jam sebelum tertangkapnya Mitnick baru ada sesuatu yang terjadi, pelacakan dan pengawasan sedang dilakukan terhadap jalur yang ia gunakan. Saat ia sedang berusaha melacak sejauh mana pengawasan telah dilakukan hingga siapa dilbalik pelacakan tersebut, ia mendengar ketukan pintu. Mitnick membuka pintu dan berhadapan dengan lusinan U.S Marshall dan FBI.
Empat Setengah Tahun Digantung
Setelah tertangkap Mitnick ditahan tanpa kemungkinan jaminan. Ia juga tak diajukan untuk pengadilan. Kurang lebih empat tahun ia habiskan tanpa kepastian. Hal ini benar-benar membuat Mitnick frustasi.
Selama dalam penjara FBI ia tak mendapatkan kesempatan dalam kasusnya. Bahkan Mitnick dan pengacaranya tak bisa melihat data kasus tersebut karena terdapat di laptop dan akses laptop bagi Mitnick dianggap membahayakan. Mitnick dituding bisa membuat misil meluncur hanya berbekal laptop atau telepon. Larangn itu tetap berlaku meskipun pengacaranya menggunakan laptop tanpa modem dan kemampuan jaringan apapun.
Mitnick pada akhirnya dituding menyebabkan kerugian hingga ratusan juta dollar kerugian yang menurut Mitnick tidak benar, karena perusahaan yang konon dirugikan bahkan tidak melaporkan kerugian tersebut dalam laporan tahunan mereka.
Kesepakatan akhir bagi Mitnick adalah pengakuan bersalah. Bersalah dalam kasus pembobolan komputer dan penyadapan jalur telepon. Mitnick menyerah dan mengikuti itu, dengan imbalan 4 tahun tahun lebih waktunya dalam penjara diperhitungkan sebagai mas tahanan. Total Mitnick dihukum adalah 5 tahun dipenjara , 4 tahun dalam tahanan yang terkatung-katung dan 1 tahun lagi sisanya.
Ia dibebaskan pada tahun 2000 dengan syarat tak boleh menyentuh komputer atau telepon. Pada tahun 2002 baru ia boleh menggunakan komputer tapi tidak yang tersambung ke Internet. Baru tahun 2003 ia menggunakan Internet lagi untuk pertama kalinya.
Sejak dibebaskan Mitnic berusaha untuk memperbaiki hidupnya. Ia menuliskan dua buku mengenai hacking, selain itu ia juga mendirikan perusahaan konsultan keamanan sendiri. "Hacker adalah satu-satunya kejahatan yang keahliannya bisa digunakan lagi untuk sesuatu yang etis. Saya tidak pernah melihat itu dibidang lain, misal perampokan etis," tutur Mitnick
Ini dia sebuah Penjara Super Mewah di Norwegia
Anda pasti tak percaya jika ini disebut penjara! Halden Fengsel, sebuah penjara baru di Norwegia, memiliki tampilan lebih mirip hotel dibandingkan sel terali besi. Maklum, biaya dihabiskan saat membangun penjara ini mencapai 1,5 miliar koroner Norwegia atau setara US$252 juta.
(Sumber: freshpainted.com)
Dengan biaya sebesar itu, penjara ini memiliki studio rekaman, sarana jogging, hingga tempat khusus untuk tahanan yang memiliki istri untuk digunakan bercinta semalam. Are Haidal, Gubernur Penjara Halden Fengsel, mengatakan lembaga pemasyarakatan di negara itu fokus dalam perbaikan hak asasi manusia, sehingga fasilitas mewah itu dinilai sesuatu yang biasa.
Langganan:
Komentar (Atom)






